daftar isi
Tomat adalah salah satu sayuran paling populer karena kaya nutrisi dan rasanya yang segar. Banyak orang gemar menanam tomat; ada yang memilih menanamnya di kebun, ada yang lebih suka di balkon, sementara ada pula yang membudidayakannya di lahan pertanian untuk tujuan ekonomi.
Seperti yang kita ketahui, tomat merupakan tanaman yang membutuhkan pupuk NPK yang tinggi. Setiap tahap pertumbuhan memiliki kebutuhan rasio NPK yang berbeda-beda. Namun, banyak tukang kebun pemula masih kesulitan menemukan pupuk yang tepat untuk tomat mereka dan bingung memilih NPK terbaik. Dalam artikel ini, kami akan memperkenalkan cara menanam tomat sendiri dan mendapatkan hasil panen yang memuaskan.
Apa itu NPK & Fungsinya?
Jika Anda sering menanam beberapa tanaman, Anda pasti sudah familiar dengan kode tiga angka (NPK) pada setiap kemasan pupuk. N berarti nitrogen, P berarti fosfor, dan K berarti kalium. Ketiga angka ini mewakili persentase tiga nutrisi utama yang dapat mengendalikan pertumbuhan tomat, seperti akar, bunga, pembentukan buah, dan sebagainya. Oleh karena itu, memahami peran ketiganya dalam pertumbuhan tomat sangatlah penting.
| Elemen (Simbol) | Peran Utama | Tren Rasio (Ketika dibutuhkan lebih banyak) | Risiko Pembuahan (Terlalu banyak/Terlalu sedikit) |
|---|---|---|---|
| Nitrogen (N) | Pertumbuhan Vegetatif:Mempromosikan perkembangan daun dan batang serta produksi klorofil. | Tahap Bibit & Vegetatif | Terlalu Banyak: Dedaunannya rimbun (berkaki panjang) tetapi buahnya sedikit. Terlalu Sedikit: Daun menguning (dimulai dengan daun tua). |
| Fosfor (P) | Struktur & Reproduksi: Kunci untuk perkembangan akar, pembelahan sel, pembungaan, dan pembentukan buah. | Tahap Bibit & Pembungaan | Terlalu Banyak: Dapat menghambat penyerapan zat gizi mikro (seperti seng dan zat besi). Terlalu Sedikit: Pertumbuhan akar buruk, sedikit berbunga, batang/daun berwarna keunguan. |
| Kalium (K) | Kualitas & Kesehatan: Meningkatkan rasa, ukuran, dan warna buah; meningkatkan ketahanan terhadap penyakit dan kesehatan tanaman secara keseluruhan. | Tahap Pembungaan, Pembuahan, dan Pematangan | Terlalu Banyak: Mengganggu penyerapan magnesium dan kalsium. Terlalu Sedikit: Terbakar/terbakar pada tepi daun yang tua. |
Hati-hati Menggunakan Nitrogen (N)
Nitrogen dapat meningkatkan pertumbuhan daun tanaman, tetapi kita harus berhati-hati karena terlalu banyak nitrogen akan menyebabkan tanaman menjadi "berkepanjangan" dan kurang berbuah. Jadi, segera setelah tanaman mulai berbunga, kita harus mengurangi pemberian nitrogen.
Rasio Terbaik berdasarkan Tahap Pertumbuhan
Karena beberapa tukang kebun pemula kurang memiliki pengetahuan pertanian, mereka cenderung menggunakan pupuk serbaguna. Namun, pupuk jenis ini dapat menyebabkan akumulasi nitrogen berlebih di dalam tanah, yang menyebabkan pertumbuhan vegetatif tanaman yang berlebihan dan rebahnya tanaman. Kebutuhan nutrisi tomat akan berubah seiring pertumbuhannya. Oleh karena itu, setiap tukang kebun harus belajar memupuk tanaman berdasarkan tahap pertumbuhan tomat yang berbeda. Pada tahap awal pertumbuhan, kita dapat menggunakan NPK seimbang sebagai nutrisi serbaguna bagi tanaman. Kita dapat menggunakan P dan K tinggi untuk meningkatkan produksi bunga dan buah. Oleh karena itu, kita harus menyesuaikan rasio NPK dengan tepat agar tanaman kita mendapatkan hasil panen yang optimal.

| Tahap Pertumbuhan | Tujuan Utama | Rekomendasi Rasio NPK | Contoh Rasio Umum |
|---|---|---|---|
| Tahap 1: Pembibitan & Pemindahan | Membangun sistem akar yang kuat | Seimbang atau Fosfor Tinggi, N dan K sedang | 10-10-10, 5-15-5 |
| Tahap 2: Pertumbuhan Vegetatif | Perkembangan daun dan batang yang cepat dan sehat | Nitrogen Cukup Tinggi, P dan K sedang | 20-10-10, 40-10-10 |
| Tahap 3: Pertumbuhan Reproduksi | Mempromosikan bunga yang melimpah dan pematangan buah | Nitrogen RendahFosfor Tinggi, Kalium Sangat Tinggi | 5-10-10, 4-6-8, 10-10-40, 0-5-65 |
Tahap 3: Pertumbuhan Reproduksi (Kunci Panen)
Tahap pertumbuhan ini sangat penting bagi tanaman. Setelah tanaman tomat kita mulai berbuah, kita harus mengganti rasio NPK sebelumnya dengan formula kalium tinggi seperti 5-10-10 atau 10-10-40. Kalium dapat membantu meningkatkan penyerapan gula buah, yang dapat meningkatkan rasa dan tingkat kemanisan tomat.
Cara dan Teknik Terbaik Pemupukan Tomat
Kita sudah tahu banyak tentang fungsi rasio NPK untuk berbagai tahap pertumbuhan, tetapi ini baru langkah pertama. Kita juga perlu tahu bagaimana dan kapan memupuk tomat dengan tepat.
Langkah Pertama: Pengujian Tanah
Seperti memeriksakan diri ke dokter saat sakit, kita harus memeriksa tubuh kita dan mencari tahu apa yang salah. Saat berencana memupuk tanah, sebaiknya kita melakukan uji tanah terlebih dahulu. Uji tanah dapat menunjukkan kandungan N, P, dan K, serta tingkat pH tanah. Hasil uji ini dapat membantu kita membuat keputusan yang tepat saat merencanakan pemupukan. Dengan demikian, kita dapat menghindari pemupukan berlebihan yang sudah mengandung terlalu banyak nutrisi di tanah kita, sekaligus menghemat biaya dan melindungi lingkungan.
Waktu dan Frekuensi Aplikasi
| Metode Pemupukan | Frekuensi | Waktu Aplikasi Pertama | Pertimbangan Utama |
|---|---|---|---|
| Pupuk Granular | Setiap 3 sampai 4 minggu melalui Side-Dressing | 2-3 minggu setelah tanam | Selalu siram segera setelah aplikasi untuk melarutkan nutrisi dan memindahkannya ke zona akar. |
| Pupuk Cair Larut Air | Setiap 1 hingga 2 minggu | 1 minggu setelah tanam | Ideal untuk ditanam di dalam pot; gunakan dalam keadaan encer, dan hindari penggunaan pada kondisi panas dan kering. |
Jika Anda ingin menanam tomat organik, Anda dapat menggunakan 5-3-2 Sebagai pupuk dasar saat tanam. Kemudian, kita bisa menggunakan pupuk berimbang seperti 10-10-10 beberapa minggu setelah tanam dan memberi makan tomat setiap 3 hingga 4 minggu dengan pemupukan samping. Saat tomat sedang berbunga, kita harus mengurangi nitrogen untuk menghindari daun dan bunga rontok yang berlebihan, yang akan menyebabkan pembentukan buah yang buruk. Jika Anda memberi makan tanaman pot, perlu diketahui bahwa tanaman pot menghabiskan nutrisi lebih cepat daripada tanaman di dalam tanah, sehingga perlu diberi makan lebih sering.
Teknik Side-Dressing
Saat menggunakan pupuk granular, kita bisa membuat alur dangkal di sekitar tanaman tomat; alurnya harus berjarak sekitar 12-15 cm dari batang. Kemudian, taburkan granular ke dalam alur dan tutup dengan tanah, lalu siram. Kita harus berhati-hati agar pupuk tidak menyentuh batang utama, karena dapat menyebabkan batang terbakar.
Tomat dalam wadah vs. tomat dalam tanah
Karena wadah memiliki drainase yang kuat tetapi daya dukung nutrisinya lebih rendah, pupuk cair dan pupuk yang larut dalam air adalah solusi yang tepat. Bagaimana cara memupuk wadah? Mari kita lanjutkan. Kita dapat mengencerkan pupuk ini dan meningkatkan frekuensi pemberiannya.
Terapkan Mikronutrien
Kita semua tahu bahwa kalsium dan magnesium dapat meningkatkan dinding sel tanaman dan fotosintesis. Oleh karena itu, ada banyak formula tomat yang menambahkan Cal-Mag atau menggabungkan formula kalium tinggi dan kalsium nitrat, yang dapat mengurangi risiko busuk kuncup bunga. Unsur boron juga dapat meningkatkan viabilitas serbuk sari dan pembentukan buah saat berbunga. Banyak tukang kebun berpengalaman menggunakan penyemprotan daun dengan pupuk cair yang mengandung boron atau pupuk yang larut dalam air ketika tanaman mengalami defisiensi boron.
Cara Mengganti Rasio pada Waktu yang Tepat
Kita bisa menggunakan pupuk berimbang 10-10-10 sebagai pupuk dasar dan memupuk tomat kita dengan frekuensi 2-3 minggu setelah tanam. Segera setelah gugusan bunga pertama muncul, kita bisa mengganti pupuk berimbang dengan formula tinggi P dan K. Seiring buahnya membesar, kita perlu meningkatkan pemberian pupuk fosfor dan kalium. Selain itu, kita perlu memberikan nitrogen dalam jumlah yang tepat agar tanaman tetap berfotosintesis, yang dapat memberi tanaman lebih banyak energi. Namun, jika kita mendapati pertumbuhan tanaman terlalu rimbun dan bunganya sedikit, kita harus mengurangi dosisnya. pupuk nitrogen segera dan gunakan pupuk perangsang bunga lainnya minimal 2-3 kali dan amati hasilnya.
Hindari Kesalahan Umum
Semua tukang kebun tahu bahwa terlalu banyak nitrogen akan menyebabkan pertumbuhan daun yang kuat, pembungaan yang lebih sedikit, dan pembentukan buah yang buruk. Bagi pemula, memahami cara menggunakan pupuk nitrogen dan cara menentukan pemberian yang berlebihan sangatlah penting. Sebelum tanaman berbunga, kita harus mengamati batang tanaman. Jika batang terlalu tebal dan daun terlalu lebat, kita harus segera mengurangi pupuk nitrogen, karena batang yang tebal dan dedaunan yang lebat ini akan menghabiskan sebagian besar nutrisi tanaman, dan tanaman tidak akan memiliki lebih banyak nutrisi untuk mendukung pembungaan dan pembentukan buah. Hal ini akan menyebabkan penurunan hasil panen.
-
Memberikan terlalu banyak nitrogen → dedaunan rimbun, sedikit buah.
-
Mengabaikan kalium → tomat kecil dan hambar.
-
Pemupukan berlebihan → penumpukan garam dan kerusakan akar.
Contoh Pemberian Pakan untuk Pemula Bisa Ditiru
- Rencana Primer (granular + larut air): Kita dapat menerapkan pupuk jenis 10-10-10 setiap 3-4 minggu hingga tunas pertama muncul, lalu beralih ke pupuk jenis 5-10-10 atau 6-24-24 setiap 2-3 minggu. Dan kita dapat memberikan lebih banyak pupuk kalium tinggi selama periode puncak pembuahan.
- Rencana Wadah (larut dalam air + cair): Sebelum tunas, kita dapat menerapkan konsentrasi rendah yang larut dalam air atau pupuk cair dengan frekuensi tinggi, misalnya setiap minggu. Setelah tunas muncul, kita dapat memberikan pupuk P dan K tinggi dengan dosis setengah dosis setiap 7-14 hari dan secara bertahap meningkatkan pemberian kalium seiring bertambahnya jumlah buah.
- Rencana Pemupukan Lanjutan: Kita dapat menggunakan rumus 13-40-13 saat perakaran, lalu gunakan 19-19-19 untuk pertumbuhan vegetatif, gunakan 16-8-24 untuk pembungaan, gunakan 13-0-45 untuk pengisian buah, dan gunakan Cal-Mag dan boron berdasarkan kebutuhan tanaman.
Alternatif NPK untuk Tukang Kebun Organik
Setelah membahas cara memberi makan tomat, kita dapat menemukan bahwa sebagian besar rasionya adalah pupuk kimia, yang juga disebut pupuk sintetis. Karena pupuk ini dapat menyebabkan masalah lingkungan, seperti komposisi tanah dan polusi air. Oleh karena itu, saat ini banyak tukang kebun lebih cenderung mencari solusi organik dan aman untuk pemupukan tanaman mereka. Ya, pupuk organik adalah pilihan yang tepat bagi kita. Kompos, tepung tulang, tepung darah, dan emulsi ikan semuanya merupakan pupuk organik yang melepaskan nutrisi secara perlahan. Hal ini dapat membantu mikrobiologi tanah tetap sehat, menjaga kadar air dalam tanah, dan mengurangi risiko penumpukan garam. Mari kita bahas bagaimana pupuk organik ini menggantikan NPK kimia.
- Kompos: Jenis ini dapat menyediakan nutrisi dan melepaskan nutrisi secara perlahan dan merata.
- Emulsi Ikan & Makanan Darah:Kedua jenis ini memiliki banyak nitrogen, yang bagus untuk pertumbuhan awal tanaman kita.
- Tepung Tulang: Ini dapat menyediakan fosfor, yang merupakan pupuk yang sempurna untuk pembungaan tanaman kita.
- Tepung Rumput Laut dan Kulit Buah: Kedua jenis ini bagus untuk pembuahan karena mengandung banyak kalium dan sedikit mineral lainnya.
Formula NPK Organik Untuk Setiap Tahap Pertumbuhan
| Tahap Pertumbuhan | Sumber Organik yang Direkomendasikan | Contoh Rasio |
|---|---|---|
| Bibit | Emulsi Ikan | 5-1-1 |
| Berbunga | Tepung Tulang + Kompos | 4-10-0 |
| Berbuah | Tepung Rumput Laut + Abu Kayu | 0-0-10 |
Jika kita ingin mendapatkan hasil terbaik dan ingin menggabungkan NPK organik dengan zat humat untuk meningkatkan penyerapan nutrisi tanaman—fitur yang tersedia dalam Rutom Bio. Pupuk Organik.
Kesimpulan
Jika kita ingin menanam tomat dengan sukses, kita tidak hanya membutuhkan sinar matahari dan air, tetapi juga pemahaman yang jelas tentang rasio NPK. Kita dapat mempelajari fungsi NPK yang memengaruhi pertumbuhan akar, pembungaan, dan pembentukan buah tanaman kita; pekebun dapat menghindari kesalahan umum dalam pemupukan dan mendapatkan panen yang optimal.
FAQ Tentang NPK Tomat
T: Apa NPK terbaik untuk tomat dalam pot?
A: Gunakan pupuk kalium yang seimbang atau sedikit lebih tinggi seperti 6-10-10 atau 4-6-12, diterapkan setiap dua minggu.
T: Dapatkah saya menggunakan pupuk serbaguna?
A: Ya, tetapi campuran khusus tomat dengan lebih banyak fosfor dan kalium biasanya menghasilkan hasil yang lebih baik.
T: Seberapa sering saya harus memupuk tomat?
A: Setiap 3–4 minggu untuk tanaman lapangan, atau setiap 10–14 hari untuk tanaman pot.
T: Apakah pupuk NPK organik efektif untuk tomat?
A: Tentu saja. Pupuk organik meningkatkan kesehatan tanah dan kualitas buah seiring waktu.


