daftar isi
Tanah humus sering disebut "emas hitam" atau "emas tukang kebun", yaitu jenis tanah yang mengandung banyak humus, berwarna gelap dengan bahan organik, yang terbentuk ketika sisa-sisa tumbuhan dan hewan terurai menjadi tanah. Jadi, ketika kita berbicara tentang humus dalam tanah, sebenarnya itu adalah tahap akhir dekomposisi, semua bahan aslinya telah terurai sehingga kita tidak dapat lagi mengenali apa itu. Pada tahap ini, tanah yang kaya humus berwarna gelap, mengandung banyak nutrisi, memiliki tekstur gembur, dan mengeluarkan bau tanah yang sehat. Tanah humus dapat membantu tanaman tumbuh lebih baik karena tidak hanya dapat menyediakan air dan nutrisi, tetapi juga menjaga tanah tetap gembur. Panduan ini akan membantu Anda memahami secara mendalam apa itu tanah humus, manfaatnya, dan cara menggunakannya.
Definisi Tanah Humus & Ilmu Dasar
Definisi Ilmiah Tanah Humus
Kami telah menjelaskan humus secara singkat di atas. Setelah mikroorganisme tanah menguraikan semua limbah tumbuhan dan hewan, humus adalah bahan organik yang stabil, kompleks, dan berwarna gelap yang tersisa. Humus berbeda dari kompos segar atau bahan organik lainnya karena telah mencapai stabilitas biokimia yang membuatnya tahan terhadap dekomposisi cepat lebih lanjut. Layanan Konservasi Sumber Daya Alam USDA menyatakan bahwa humus bersifat amorf dan koloid, yang berarti bahwa humus terdiri dari partikel-partikel kecil yang memberikan warna gelap dan tekstur remah pada tanah. Anda tidak dapat melihatnya sebagai sesuatu yang terpisah; humus adalah bagian dari lapisan tanah atas yang sehat.
Prosesnya: Bagaimana Materi Organik Menjadi Humus

Perubahan dari limbah organik menjadi humus terjadi melalui proses biologis yang disebut humifikasi:
- Dekomposisi Awal: Bakteri dan jamur menguraikan bahan organik segar seperti daun dan kotoran hewan menjadi senyawa yang lebih sederhana.
- Tahap Kedua: Disebut Fase Sintesis; produk sampingan mikroba dan senyawa resisten (seperti lignin) bergabung membentuk polimer kompleks yang dikenal sebagai zat humik.
- Stabilisasi: Zat-zat humik ini (asam humik, asam fulvat, dan humin) menjadi stabil secara kimia dan dapat bertahan di tanah selama puluhan hingga ratusan tahun jika kondisinya tepat. Seluruh proses ini membutuhkan jumlah kelembapan, oksigen, suhu, dan aktivitas mikroba yang tepat. Biasanya membutuhkan waktu 6 bulan hingga 2 tahun dalam kondisi kebun terbaik.
Humus vs. Kompos: Memahami Perbedaan Pentingnya
Sangat mudah bagi kita untuk mencampuradukkan humus dan kompos. Izinkan saya menjelaskannya secara singkat: Kompos itu seperti beberapa bahan di dapur kita, sedangkan humus itu seperti makanan jadi yang menunggu untuk kita cicipi. Kompos adalah bahan organik yang sedang mengalami penguraian dan masih mengandung hal-hal yang dapat kita lihat. Hasil akhirnya adalah humus, yang telah sepenuhnya berubah, stabil, dan menjadi bagian dari matriks tanah.
Tabel Perbandingan: Humus vs. Kompos

| Ciri | Kompos | Humus |
|---|---|---|
| Keadaan Fisik | Tekstur bervariasi, mungkin mengandung potongan-potongan yang dapat dikenali. | Seragam, gelap, rapuh, tidak ada potongan yang dapat dikenali. |
| Tahap Dekomposisi | Dekomposisi aktif | Terurai sepenuhnya, stabil |
| Ketersediaan Nutrisi | Melepaskan nutrisi dengan cepat | Melepaskan nutrisi secara perlahan selama bertahun-tahun. |
| Aktivitas Mikroba | Sangat tinggi (dekomposisi panas) | Sedang (habitat mikroba yang stabil) |
| Peran Struktur Tanah | Menambahkan bahan organik dalam jumlah besar | Menciptakan agregat yang stabil, meningkatkan kesuburan tanah. |
| Aplikasi Khas | Ditambahkan secara musiman sebagai amandemen | Dibangun dan dipelihara selama bertahun-tahun |
Manfaat Tanah Humus
Faktor CEC: Retensi Nutrisi yang Sangat Efektif
Humus memiliki Kapasitas Pertukaran Kation (CEC) yang sangat tinggi. Sederhananya, partikel humus memiliki muatan negatif pada permukaannya yang menarik dan menahan ion nutrisi bermuatan positif seperti kalium (K⁺), kalsium (Ca²⁺), dan magnesium (Mg²⁺). Penelitian dari Cornell University Cooperative Extension menunjukkan bahwa humus dapat memiliki CEC yang 4 hingga 6 kali lebih tinggi daripada partikel tanah liat. Jadi kita dapat mengetahui bahwa:
- Tidak mudah bagi hujan dan irigasi untuk menghanyutkan nutrisi tersebut.
- Tanaman dapat menyerap nutrisi secara perlahan dan tidak akan membakar akarnya.
- Kebutuhan pupuk berkurang dan biaya pun lebih rendah.
Perbaikan Struktur Tanah
Humus ibarat lem alami untuk tanah. Humus dapat merekatkan partikel tanah kecil seperti pasir, lumpur, dan lempung, dan ini akan membentuk "remah-remah" atau "pad" yang lebih besar. Dan kita dapat menemukan fungsi pengelompokannya:
- Ruang untuk pernapasan akar tanaman
- Baik untuk infiltrasi dan drainase air.
- Pengurangan pemadatan dan pembentukan kerak
Pengelolaan Air
Seperti yang kita ketahui, humus sangat menyukai air. Humus dapat menyimpan 80% hingga 90% dari beratnya dalam air, jauh lebih banyak daripada tanah liat. Fungsi utamanya adalah:
- Retensi air yang lebih baik pada tanah berpasir (lebih sedikit penyiraman yang dibutuhkan)
- Drainase yang lebih baik pada tanah liat (mencegah air menggenang)
- Menjaga tingkat kelembapan selama musim kering atau hujan lebat. Jurnal Soil Science Society of America menerbitkan sebuah studi yang menemukan bahwa menambahkan hanya 1% bahan organik sebagai humus dapat meningkatkan jumlah air yang dapat ditampung tanah hingga 25.000 galon per acre-foot.
Ekosistem untuk Kehidupan Tanah
Humus adalah tempat terbaik bagi organisme tanah yang bermanfaat untuk hidup dan mendapatkan makanan.
- Bakteri dan jamur dapat membantu pergerakan nutrisi dan mencegah penyakit.
- Cacing tanah dapat menggali lubang dan kotorannya akan menyediakan nutrisi bagi tanaman.
- Nematoda dan mikroarthropoda yang menjaga populasi tetap terkendali dan menguraikan limbah. Bagian hidup ini menciptakan siklus nutrisi yang tidak membutuhkan masukan dari luar untuk terus berjalan.
Cara Meningkatkan Humus di Tanah

Penambahan Bahan Organik: Kompos, Pupuk Kandang, dan Sisa Tanaman
Jika kita ingin meningkatkan humus dalam tanah, salah satu cara terbaik adalah dengan menambahkan bahan organik secara teratur dan membiarkan jaring makanan tanah menguraikannya kapan saja. Kita dapat mengaplikasikan kompos yang sudah matang, pupuk kandang yang sudah membusuk, sisa tanaman yang dicincang, dan sisa-sisa dapur yang aman untuk kompos ke lahan pertanian kita. Dengan cara ini, kita dapat secara perlahan membangun humus dengan mencampurkan kompos berkualitas tinggi ke beberapa inci lapisan tanah bagian atas setiap tahunnya.
Kita perlu memastikan bahwa bahan-bahan yang kita gunakan telah terurai dengan baik dan tidak mengandung polusi atau residu herbisida serta garam berlebih. Suhu tinggi dan pengeringan yang tepat dapat membantu membunuh biji gulma dan mengurangi organisme berbahaya.
Gunakan Mulsa dan Tanaman Penutup untuk Membuat Humus
Tanaman penutup tanah, yang juga bisa kita sebut pupuk hijau, adalah tanaman yang kita tanam untuk melindungi dan memperbaiki tanah, bukan untuk mendapatkan panen. Tanaman seperti gandum hitam, gandum, semanggi, dan kacang polong memiliki akar dan biomassa yang dapat menyediakan bahan organik bagi tanah ketika terurai. Kita dapat membiarkan akarnya di dalam tanah dan memotong bagian atasnya untuk diletakkan di permukaan, yang dapat memberi makan mikroba tanah dan cacing tanah.
Penggunaan daun yang dicacah, jerami, potongan rumput, dan serpihan kayu untuk menutupi tanah juga dapat mendorong pembentukan humus. Semua bahan ini dapat terurai di permukaan tanah; bahan-bahan ini dapat melepaskan nutrisi secara perlahan ke permukaan tanah. Pada saat yang sama, mulsa dapat membantu mencegah erosi tanah dan dapat mengurangi perubahan suhu serta menjaga kelembapan permukaan; semua faktor ini dapat memengaruhi organisme yang membangun humus.
Hindari Pengolahan Tanah Berlebihan dan Penggunaan Bahan Kimia yang Berlebihan
Seperti yang kita ketahui, jika kita terlalu sering menggali tanah, hal itu akan memecah agregat tanah dan mengekspos humus ke udara. Dan humus akan bereaksi secara kimiawi dengan oksigen di udara dan menyebabkan kehilangan. Jika kita melakukannya dalam waktu lama, proses ini dapat mengurangi kadar humus dan menyebabkan tanah menjadi lebih padat dan kurang elastis. Jadi, sebaiknya kita mengurangi frekuensi pengolahan tanah, yang akan membantu menjaga struktur tanah dan humus.
Penggunaan pupuk sintetis dan beberapa pestisida yang berlebihan juga dapat memberi tekanan pada kehidupan tanah dan berdampak tidak langsung pada pembentukan humus. Pupuk mineral Pupuk kimia dapat membantu tanaman mendapatkan nutrisi yang dibutuhkan, tetapi jika hanya menggunakan pupuk kimia tanpa menambahkan bahan organik, biasanya pupuk tersebut tidak akan membentuk humus. Pendekatan yang seimbang, yang mencakup penggunaan pupuk kimia secara hati-hati, input organik, tanaman penutup tanah, dan pengurangan gangguan pada lahan, biasanya baik untuk hasil panen dan kesehatan tanah dalam jangka panjang.
Uji Tabung Sederhana untuk Mendeteksi Humus dalam Tanah

Jika kita ingin menguji humus tanah kita, kita dapat melakukan uji stoples sederhana di rumah; ini akan membantu kita mengetahui seperti apa tanah kita dan berapa banyak bahan organik yang dimilikinya. Kita dapat mengisi stoples bening sekitar sepertiga penuh dengan tanah kering, menambahkan air hampir sampai penuh, menutup tutupnya, dan mengocoknya dengan baik. Setelah membiarkan stoples selama sehari atau lebih, pasir akan mengendap ke dasar terlebih dahulu, kemudian lumpur, lalu tanah liat. Beberapa bahan organik halus dan humus mungkin mengapung atau tetap tersuspensi sebagai lapisan yang lebih gelap di dekat bagian atas.
Tes ini tidak memberi tahu kita secara pasti berapa banyak humus yang ada di tanah kita, tetapi dapat memberi tahu kita apakah ada banyak material gelap halus yang bercampur dengan partikel mineral. Tes laboratorium lebih andal untuk mendapatkan pembacaan yang akurat tentang kadar bahan organik atau karbon organik. Tes tabung tetap merupakan cara sederhana dan murah bagi kita untuk mulai mengamati tanah kita dan melacak bagaimana perubahannya dari waktu ke waktu saat kita menambahkan bahan organik dan mengubah cara kita melakukan sesuatu.
Cara Menggunakan Tanah Kaya Humus di Kebun, Halaman Rumput, dan Ladang
Tanah Humus untuk Kebun Sayur dan Bedengan
Di kebun sayur dan bedengan, tanah yang kaya humus dapat membantu menahan kelembapan dan nutrisi, dan akar dapat dengan mudah menjangkaunya. Kita dapat mencampur tanah yang kaya humus dengan tanah kebun yang sudah ada agar tanah dapat mengalirkan air dengan baik dan tidak cepat kering. Banyak tukang kebun secara bertahap menambahkan bahan organik dengan menaburkan kompos di tanah saat menanam dan lagi setelah panen setiap tanaman.
Tanah dengan banyak humus dapat membantu sayuran berdaun hijau, tomat, paprika, labu, dan umbi-umbian tumbuh lebih baik dengan membuat lingkungan lebih stabil. Tetapi memiliki lebih banyak bahan organik tidak selalu lebih baik; terlalu banyak nutrisi tertentu dapat mengganggu keseimbangan. Jadi kita dapat mengubah jenis tanaman, menguji tanah, dan menghindari pemberian nutrisi tinggi bila tidak diperlukan untuk mengurangi risiko.
Humus untuk Rumput, Pohon, dan Semak
Lapisan tipis kompos yang kaya humus yang disebar di atas halaman rumput dan dicampur ringan ke dalam rumput sangat baik untuk halaman rumput. Lapisan atas ini memperbaiki zona akar, membantu pertumbuhan mikroba baik, dan membantu rumput pulih dari stres. Pengaplikasian ringan berulang kali dari waktu ke waktu dapat membantu perakaran yang lebih dalam, mengurangi masalah lapisan rumput mati, dan meningkatkan infiltrasi.
Ketika kita menambahkan bahan organik dan humus ke tanah, pohon dan semak juga dapat merespons dengan baik. Kita dapat menyebarkan lapisan mulsa dan kompos di sekitar garis tetesan air. Metode ini seperti lantai hutan, di mana daun dan benda-benda lain terurai menjadi humus selama bertahun-tahun.
Cara Memilih Tanah Humus
Banyak produk kemasan menggunakan kata-kata seperti "tanah humus," "kompos humus," atau "tanah lapisan atas kaya humus," tetapi kata-kata ini dapat memiliki arti yang berbeda di tempat yang berbeda. Kita biasanya membeli campuran tanah atau kompos yang berwarna gelap dan mengandung banyak bahan organik, bukan humus murni. Humus sulit dikemas sebagai produk tunggal dan murni karena merupakan tahap dekomposisi dan bukan hanya bahan baku.
Saat berbelanja, kita sebaiknya mencari barang-barang yang berwarna gelap, mudah hancur, dan berbau harum seperti tanah, bukan seperti sesuatu yang asam atau busuk. Membaca label dapat memberi tahu kita berapa banyak bahan organik yang terkandung dalam produk tersebut, cara mengomposkannya, dan apakah ada pupuk atau bahan lain yang ditambahkan. Jika kita mencampur serpihan kayu segar langsung ke area tanam, kita mungkin juga ingin menghindari produk yang mengandung banyak serpihan kayu, karena serpihan kayu tersebut dapat sementara mengikat nitrogen saat terurai.
Kesimpulan
Singkatnya, jika Anda lebih peduli dengan kesehatan tanah, tanah humus adalah pilihan yang tepat. Tanah humus membuat tanah lebih subur, membantu menahan air, mengubah strukturnya, dan meningkatkan aktivitas biologis; semua manfaat ini tidak membahayakan lingkungan.
Pertanyaan yang Sering Diajukan (FAQ) Tentang Tanah Humus
Secara sederhana, apa itu tanah humus? Tanah humus adalah jenis tanah yang berwarna gelap dan memiliki bahan organik yang stabil, dan bahan organik ini berasal dari tumbuhan dan hewan yang telah terurai sempurna. Tanah ini bertekstur lunak dan gembur, dan biasanya sangat baik untuk menanam tanaman.
Berapa lama waktu yang dibutuhkan agar tanah menjadi humus?
Membangun humus membutuhkan waktu yang lama, tergantung pada cuaca, jenis tanah, dan bagaimana kita merawat bahan organik. Kita sering dapat melihat perubahan besar pada warna dan struktur tanah dalam dua hingga lima musim jika kita menambahkan kompos secara teratur, menanam tanaman penutup tanah, dan mengurangi pengolahan tanah.
Apakah humus baik untuk semua jenis tanaman?
Humus bermanfaat bagi sebagian besar tanaman kebun dan ladang karena membuat tanah lebih baik dalam menahan air dan nutrisi. Beberapa tanaman yang terbiasa hidup di tanah yang sangat miskin, berpasir, atau sangat asam mungkin tidak membutuhkan banyak bahan organik.
Apakah humus termasuk jenis pupuk?
Dalam arti yang paling ketat, humus bukanlah pupuk karena tidak memberikan banyak nutrisi kepada tanaman dengan cepat. Sebaliknya, humus berfungsi sebagai sumber nutrisi jangka panjang dan cara untuk meningkatkan kualitas tanah dengan melepaskan nutrisi secara perlahan dan membuat tanah bekerja lebih baik.
Apakah mungkin membuat tanah humus di rumah?
Kita tidak bisa langsung membuat humus, tetapi kita bisa menciptakan kondisi yang tepat agar humus terbentuk dengan cara membuat kompos, menambahkan bahan organik, menggunakan tanaman penutup tanah, dan menjaga struktur tanah tetap aman. Hal-hal ini akan membantu tanah kebun kita menjadi lebih kaya humus dan lebih baik untuk tanaman seiring waktu.


