Apakah Anda suka makan popcorn atau kue-kue isi jagung, bahan utamanya adalah jagung. Di Amerika Serikat, jagung memiliki area penanaman terbesar dan total produksi tertinggi. Negara ini memproduksi sekitar sepertiga jagung dunia setiap tahunnya, menjadikannya produsen dan pengekspor jagung terkemuka di dunia. Jagung juga berfungsi sebagai bahan pakan utama dalam peternakan. Sebagian besar jagung yang diproduksi setiap tahun di AS digunakan untuk memberi makan ternak, babi, dan unggas. Jagung yang kaya akan energi dan pati, serta sangat enak, mendorong pertumbuhan hewan dan membantu meningkatkan produksi daging, telur, dan susu. Jagung juga sangat cocok untuk budidaya mekanis. Struktur tanamannya yang seragam, jarak tanam yang terstandardisasi, dan pertumbuhannya yang teratur membuatnya ideal untuk operasi mesin, sehingga memungkinkan penanaman di lahan seluas ratusan bahkan ribuan hektar. Jagung relatif mudah ditanam dan juga dapat ditanam dalam skala kecil di kebun pekarangan. Dengan ruang yang cukup, siapa pun dapat menanam jagung manis di kebun mereka.
Sebelum menanam jagung, petani harus memilih varietas benih yang sesuai dengan kondisi pertumbuhan setempat. Setiap varietas benih jagung memiliki kelebihan dan kekurangannya masing-masing. Misalnya, beberapa varietas cepat matang, sementara varietas lainnya lebih tahan terhadap hama dan penyakit. Banyak petani juga mempertimbangkan benih yang telah melalui perlakuan khusus, yang memberikan perlindungan ekstra selama perkecambahan dan membantu mencegah kerusakan akibat hama dan penyakit. Hal ini memastikan bahwa jagung dapat tumbuh dengan kuat selama masa tanam hingga panen, sehingga meningkatkan tingkat kelangsungan hidupnya.
Penanaman
Jagung manis ditanam dari biji jagung (biji). Di tanah yang sejuk dan lembab, benih harus ditanam sedalam setengah inci; di tanah yang hangat dan kering, benih harus ditanam sedalam 1 hingga 1,5 inci. Biji jagung harus diberi jarak 9 hingga 12 inci dalam satu baris. Setiap varietas jagung manis harus ditanam dalam dua baris atau lebih. Baris-baris tersebut harus ditanam berdampingan untuk memastikan penyerbukan dan perkembangan tongkol yang tepat. Selain itu, jarak 30 hingga 36 inci antar baris harus dipertahankan. Untuk penanaman skala besar, benih jagung ditabur menggunakan penanam benih. Benih dimasukkan ke dalam penanam, yang kemudian ditarik melintasi ladang dengan traktor. Para petani menabur setiap benih secara merata di dalam tanah, dengan menjaga jarak dan kedalaman yang konsisten. Hal ini mencegah benih bersaing untuk mendapatkan air dan nutrisi, sehingga memungkinkan benih tumbuh lebih efisien.

Jagung tumbuh paling baik di tanah lempung yang subur dan berdrainase baik, tetapi dapat beradaptasi dengan berbagai jenis tanah. pH tanah yang ideal adalah antara 6,0 dan 6,5. Tanah yang terlalu asam dapat mempengaruhi penyerapan hara, sementara tanah yang terlalu basa dapat menyebabkan kekurangan hara. Tanah harus diolah hingga kedalaman 6 hingga 8 inci menggunakan sekop, bajak, atau anakan rotari, tetapi hindari pengolahan tanah saat tanah terlalu basah untuk mencegah pembentukan gumpalan besar. Jagung adalah tanaman yang membutuhkan banyak unsur hara, sehingga tanah harus mengandung cukup bahan organik dan unsur hara esensial seperti nitrogen, fosfor, dan kalium. Sebelum ditanam, tanah yang sudah lapuk pupuk organik harus diaplikasikan bersama dengan jumlah pupuk majemuk yang sesuai.
Waktu Penanaman
Jagung biasanya ditanam sekitar tanggal 15 April, yang kira-kira sesuai dengan tanggal embun beku terakhir. Sebagian besar penanaman jagung dilakukan pada bulan April dan Mei, meskipun penanaman dapat dilakukan paling lambat pada tanggal 5 Juni. Rentang waktu ini dipilih karena suhu tanah cukup hangat untuk mendorong perkecambahan benih. Penanaman yang terlalu dini dapat menyebabkan tingkat kemunculan yang rendah, pertumbuhan yang buruk, atau bibit yang rusak karena embun beku. Benih jagung membutuhkan suhu tanah tetap di atas 50°F (sekitar 10°C) selama setidaknya 48 jam berturut-turut untuk berkecambah dengan sukses.
Seperti semua tanaman, jagung juga membutuhkan kelembapan yang cukup. Menanam pada bulan April dan Mei untuk menghindari bulan-bulan musim panas yang lebih kering, sehingga membantu benih menyerap air yang cukup. Pada saat yang sama, kelembapan yang berlebihan dapat menyebabkan pembusukan benih. Penanaman yang terlalu dini dapat membuat benih terpapar salju yang mencair atau kelembapan tanah yang berlebihan. Jagung adalah tanaman yang diserbuki angin, jadi jagung manis harus ditanam dalam barisan pendek empat baris atau lebih secara berdampingan untuk memastikan penyerbukan yang baik.
Pemupukan

Jagung adalah tanaman dengan kebutuhan nutrisi yang tinggi, dan pemupukan yang tepat sangat penting untuk memastikan hasil panen yang tinggi. Pupuk dasar yang cukup harus diberikan sebelum penanaman, biasanya dengan mencampurkan pupuk organik yang sudah lapuk dan pupuk majemuk ke dalam tanah untuk menyediakan nutrisi dasar yang diperlukan untuk pertumbuhan bibit. Setelah tumbuh, pupuk nitrogen dapat diaplikasikan sebagai pembalut selama tahap pembibitan. Sebagai contoh, Rutom VFOLI NO.1 15-3-5 Pupuk Daun Nitrogen Tinggi dapat digunakan untuk mendorong pertumbuhan batang dan daun, dan meningkatkan penyerapan pupuk organik.
Tahap penyambungan adalah periode puncak kebutuhan nutrisi untuk jagung. Nitrogen harus diberikan lagi, dikombinasikan dengan pupuk fosfor dan kalium. Pemupukan dengan Rutom VIRI 12-4-4 Pupuk Asam Humat dapat memperkuat kekuatan tanaman. Di sekitar tahap tasseling dan silking jagung, sangat penting untuk melengkapi dengan pupuk kalium, yang dapat meningkatkan penyerbukan dan pengisian biji serta meningkatkan kualitas tongkol. Pemupukan harus dikombinasikan dengan irigasi untuk mencegah bibit terbakar, dan pemupukan nitrogen yang berlebihan harus dihindari untuk mencegah penumpukan. Dengan memberikan pupuk secara bertahap, jagung dapat tumbuh dengan baik pada tahap awal. Jagung mencapai hasil yang lebih tinggi dan biji yang lebih sehat dan lebih gemuk pada tahap selanjutnya.
Pengairan

Air sangat penting untuk pertumbuhan jagung yang sehat. Selama pertumbuhan dan perkembangan normal, jagung membutuhkan setidaknya satu inci air per minggu. Tahap penyerbukan dan pengisian biji adalah periode paling kritis untuk kebutuhan air pada jagung. Irigasi harus membasahi tanah secara menyeluruh hingga kedalaman 6 inci. Penyiraman paling baik dilakukan pada pagi atau sore hari agar daun-daun dapat mengering sebelum malam tiba. Memasang pipa irigasi tetes atau selang rembesan di samping barisan jagung adalah cara terbaik untuk mengairi secara efisien dan menghemat air.
Saat tanaman mendekati kematangan, penyiraman dapat dikurangi secara tepat untuk mencegah penumpukan dan pembusukan akar. Hindari penyiraman berlebihan saat cuaca panas dan pastikan drainase yang baik untuk mencegah genangan air. Pengolahan tanah yang dangkal juga membantu mengendalikan gulma. Kekurangan air selama tahap pertumbuhan kritis akan mengurangi hasil dan kualitas. Jika curah hujan tidak mencukupi, irigasi tambahan diperlukan untuk mempertahankan hasil panen yang tinggi secara konsisten.
Masalah Umum dalam Budidaya
Budidaya jagung manis dapat menghadapi beberapa masalah umum:
- Pertumbuhan yang tidak merata-sering kali disebabkan oleh suhu tanah yang tidak sesuai, tanah yang terlalu kering atau basah, atau kualitas benih yang buruk, yang dapat menyebabkan tanaman hilang dan celah pada barisan.
- Penyerbukan yang buruk-Jika jagung ditanam terlalu jarang, atau jika tidak ada cukup air selama proses tasseling dan silking, atau selama periode suhu tinggi atau hujan, maka akan menghasilkan tongkol yang gundul dan biji yang hilang.
- Pengelolaan pupuk dan air yang tidak tepat-Kekurangan nitrogen memperlambat pertumbuhan, dan kekurangan kalium menyebabkan biji tidak terisi penuh, sementara nitrogen yang berlebihan dapat menyebabkan pertumbuhan vegetatif yang berlebihan dan rebah.
- Penanaman yang tidak tepat-Penanaman yang lebat, angin kencang, hujan lebat, atau pengelolaan yang tidak tepat dapat menyebabkan tanaman tumbang, mengurangi ventilasi, dan mempengaruhi perkembangan telinga.
- Hama dan penyakit-Hama yang umum ditemukan adalah ulat jagung, kutu daun, dan kumbang kutu. Hama potensial lainnya adalah wireworm, lalat akar jagung, ulat akar jagung selatan, kumbang klik, ulat grayak, penggerek jagung Eropa, dan kumbang Jepang.
Panen

Jagung matang dalam 60 hingga 100 hari, tergantung varietasnya. Untuk memastikan panen yang berkelanjutan, Anda dapat menanam varietas awal, pertengahan musim, dan akhir musim, atau menanam varietas yang sama setiap dua minggu.
Jagung dipanen pada saat “tahap susu”, ketika biji belum sepenuhnya matang. Tahap ini terjadi sekitar 20 hari setelah sutra muncul. Pada tahap ini, biji jagung sudah halus dan montok, dan cairan putih susu akan keluar ketika ditusuk dengan kuku. Tanda-tanda lain bahwa jagung siap dipanen termasuk sutra yang kering dan berwarna cokelat, biji yang montok di ujung telinga, dan telinga yang keras dan tidak bernas.
Setelah dipanen, jagung harus dimasak dan dimakan sesegera mungkin atau disimpan di lemari es atau tempat sejuk lainnya. Jagung juga dapat dikalengkan, dibekukan, atau dimakan segar dalam beberapa hari. Menjaga agar tetap dingin adalah kunci untuk mempertahankan rasa jagung, karena suhu tinggi mengubah gula dalam biji menjadi pati, menghasilkan rasa yang kurang manis. Meskipun banyak varietas baru yang memiliki masa simpan yang lebih lama, sebagian besar jagung akan kehilangan rasa hingga 50% jika tidak didinginkan dalam waktu 12 hingga 18 jam setelah panen.


