Bubuk Potash Humate 1 – 0 – 11
(Perbaikan Tanah & Pasokan Kalium Tepat Waktu)
- Kalium humat dapat secara efektif memperbaiki struktur tanah.
- Ia dapat mengatur pH tanah. Pada tanah asam, gugus basa dalam kalium humat dapat menetralkan keasaman dan meningkatkan nilai pH tanah.
- Kalium humat juga dapat meningkatkan kapasitas pertukaran kation (CEC) tanah.
- Hal ini menyediakan lingkungan hidup yang ideal dan sumber nutrisi yang melimpah bagi mikroorganisme tanah.
- Kalium humat dapat meningkatkan ketahanan tanaman terhadap kekeringan.
KALIUM HUMAT
Kalium humat adalah pupuk kalium organik dan garam kalium dari asam humat. Komponen utamanya adalah asam humat dan ion kalium. Asam humat adalah senyawa makromolekul organik alami yang kompleks. Ini adalah asam organik bermolekul tinggi yang terdiri dari gugus aromatik dan berbagai gugus fungsional. Struktur molekulnya mengandung gugus fungsional asam seperti gugus karboksil (-COOH) dan gugus hidroksil fenolik (-OH). Gugus fungsional ini dapat bergabung dengan ion kalium (K⁺) untuk membentuk kalium humat.
Struktur kimia kalium humat memberikannya banyak sifat unik.
Kalium humat memiliki sifat koloid. Larutan berairnya dapat membentuk larutan koloid. Larutan koloid ini dapat menyerap zat-zat berbahaya seperti ion logam berat di dalam tanah dan berperan dalam memurnikan tanah. Pada saat yang sama, sifat koloid kalium humat juga membantu memperbaiki struktur agregat tanah, sehingga partikel tanah dapat berikatan lebih baik dan membentuk struktur tanah yang baik. Selain itu, kalium humat juga memiliki kapasitas pertukaran ion dan dapat bertukar dengan ion lain di dalam tanah, sehingga mengaktifkan nutrisi di dalam tanah dan meningkatkan kesuburan tanah.
Analisis Terjamin
Nitrogen (N) ———————1,21%
Kalium (K2O)——————11,12%
Magnesium (MgO)—————0,263%
Boron (B)————————-26 mg/kg
Sulfur (S)————————–0,25%
Besi (Fe) ————————— 0,563%
Seng (Zn) ————————-14,5 mg/kg
Mangan (Mn) —————-27,9 mg/kg
Tembaga (Cu)———————-12,5 mg/kg
Total Karbon (C) —————38,38%
Asam Humat———————-56,5%
Kelarutan dalam Air—————–98%
Bahan Organik (OM)———–65,13%
pH——————————-9,96
Kelembapan————————1,5%
Konduktivitas (CE)—————15,10 mS/cm
Wujud Fisik: Bubuk atau serpihan hitam lepas.
Petunjuk Penggunaan
Perbaikan Tanah
Dosis aplikasi per hektar adalah 30 hingga 75 kilogram. Aplikasikan dua hingga tiga minggu sebelum tanam di musim semi, sebarkan bubuk kalium humat secara merata di permukaan tanah, lalu lakukan pembajakan untuk mencampurnya sepenuhnya dengan tanah.
Pupuk Dasar
Sebarkan pupuk yang telah tercampur rata di alur tanam atau lubang tanam. Dosis umum per hektar biasanya 45 hingga 90 kilogram. Bubuk kalium humat dapat digunakan sebagai pupuk dasar bersama dengan pupuk organik, pupuk majemuk, dll. Saat menggunakannya, campurkan terlebih dahulu bubuk kalium humat dan pupuk lainnya secara merata sesuai proporsi tertentu.
Pupuk Tabur
Pemupukan akar: Selama periode pertumbuhan tanaman, bubuk kalium humat dapat digunakan untuk pemupukan akar. Untuk tanaman sayuran, selama periode pertumbuhan yang pesat, bubuk kalium humat dapat dilarutkan dalam air untuk membuat larutan 0,5%-1%, lalu disiramkan di sekitar akar tanaman. Misalnya, menyiramkan 0,5-1 liter larutan per tanaman sayuran dapat mendorong pertumbuhan akar sayuran dan penyerapan nutrisi. Pemupukan daun: Bubuk kalium humat juga dapat digunakan untuk pemupukan daun. Siapkan bubuk kalium humat menjadi larutan pupuk daun 0,1%-0,3%, dan semprotkan pada daun pada hari berawan tanpa angin atau pada sore hari di hari yang cerah. Jumlah penyemprotan harus sedemikian rupa sehingga permukaan daun lembap tetapi tidak menetes.
Sebagai contoh, untuk pohon buah-buahan, penyemprotan daun selama periode pembentukan buah dapat mendorong perkembangan buah dan meningkatkan kualitas buah. Kalium humat memiliki banyak keunggulan signifikan di bidang pertanian:
1. Dampak positif pada tanah
Efek perbaikan tanah yang sangat baik
Kalium humat dapat secara efektif memperbaiki struktur tanah. Senyawa ini merupakan pembentuk agregat tanah yang baik, mampu mengikat partikel tanah menjadi agregat yang stabil. Struktur ini sangat penting untuk meningkatkan aerasi dan permeabilitas tanah. Misalnya, di lahan pertanian yang mengalami pemadatan tanah akibat penggunaan pupuk kimia jangka panjang, pemberian kalium humat dapat membuat tanah menjadi gembur dan berpori kembali. Ini seperti memberikan "pijat pelonggaran" pada tanah, memungkinkan udara dan air di dalam tanah bergerak bebas dan menciptakan lingkungan pertumbuhan yang baik bagi akar tanaman. Pada saat yang sama, kalium humat dapat mengatur pH tanah. Pada tanah asam, gugus alkali dalam kalium humat dapat menetralkan keasaman dan meningkatkan nilai pH tanah. Pada tanah basa, kalium humat dapat berperan sebagai penyangga dan mencegah pH tanah yang berlebihan membahayakan tanaman. Ini seperti "penyeimbang pH" untuk tanah, secara otomatis menyesuaikan pH tanah agar lingkungan tanah lebih sesuai untuk pertumbuhan sebagian besar tanaman. Kalium humat juga dapat meningkatkan kapasitas pertukaran kation (CEC) tanah. Kapasitas pertukaran kation tanah merupakan indikator penting untuk mengukur kapasitas retensi kesuburan tanah.
Ia dapat menyerap dan menukar kation dalam tanah, seperti kalium, kalsium, magnesium, dan unsur hara lainnya, serta menyimpan unsur hara ini untuk mencegahnya hilang akibat pelindian air hujan. Ini seperti "bank penyimpanan unsur hara", dan ketika tanaman membutuhkan unsur hara ini, unsur hara tersebut dapat dilepaskan untuk diserap oleh tanaman.
Meningkatkan aktivitas mikroba tanah
Kalium humat menyediakan lingkungan hidup yang ideal dan sumber nutrisi yang kaya bagi mikroorganisme tanah. Mikroorganisme tanah memainkan peran kunci dalam proses penguraian bahan organik dan pelepasan nutrisi. Kalium humat seperti "pesta bagi mikroorganisme". Komponen organik di dalamnya dapat diuraikan dan dimanfaatkan oleh mikroorganisme seperti bakteri dan jamur.
Sebagai contoh, beberapa bakteri pengikat nitrogen dapat berperan lebih baik dalam pengikatan nitrogen di lingkungan yang baik yang disediakan oleh kalium humat dan mengubah nitrogen di udara menjadi nitrogen amonium yang tersedia bagi tanaman, sehingga meningkatkan kesuburan tanah.
2. Efek membantu pertumbuhan tanaman
Meningkatkan ketahanan tanaman terhadap stres. Kalium humat dapat meningkatkan ketahanan tanaman terhadap kekeringan. Senyawa ini dapat mendorong perkembangan akar tanaman menjadi lebih kuat dan meningkatkan luas serta kedalaman penyerapan akar. Dengan cara ini, selama periode kekeringan, akar tanaman dapat menyerap air dari lapisan tanah yang lebih dalam dengan lebih baik. Selain itu, kalium humat juga dapat mengatur tekanan osmotik sel tanaman, sehingga sel tanaman dapat mempertahankan tekanan turgor tertentu dalam kondisi kekurangan air dan mengurangi kehilangan air.
Sebagai contoh, untuk tanaman gandum yang ditanam di daerah kering, setelah pemberian kalium humat, kecepatan layu daunnya dalam kondisi kekeringan melambat secara signifikan, dan tanaman dapat bertahan hidup dengan lebih baik.
Selain itu, kalium humat juga membantu meningkatkan ketahanan tanaman terhadap suhu dingin. Dalam lingkungan bersuhu rendah, kalium humat dapat meningkatkan kandungan zat-zat seperti gula larut dan prolin dalam sel tanaman. Zat-zat ini dapat menurunkan titik beku sel tanaman. Ini seperti menambahkan "antibeku" ke sel untuk mencegah kerusakan sel akibat pembekuan.
Sebagai contoh, untuk sayuran yang ditanam di musim dingin wilayah utara, penggunaan kalium humat dapat mengurangi dampak kerusakan akibat embun beku.
Selain itu, kalium humat juga dapat meningkatkan ketahanan tanaman terhadap hama dan penyakit. Senyawa ini dapat mendorong tanaman untuk menghasilkan serangkaian respons pertahanan dan mengaktifkan sistem enzim pertahanan pada tanaman, seperti peroksidase, polifenol oksidase, dan lain-lain. Enzim-enzim ini dapat membantu tanaman melawan serangan bakteri patogen dan hama.
Sebagai contoh, ketika tanaman terancam oleh penyakit jamur, tanaman yang diberi perlakuan kalium humat dapat mengurangi luas area dan tingkat keparahan penyakit melalui peningkatan mekanisme pertahanan mereka.
Mendorong pertumbuhan dan perkembangan tanaman. Sebagai sumber pupuk kalium, kalium humat dapat menyediakan unsur kalium yang cukup untuk tanaman.
Unsur kalium memainkan berbagai peran penting dalam proses fisiologis tumbuhan. Dalam fotosintesis, kalium berpartisipasi dalam proses-proses berikut:
Transfer elektron fotosintetik dan fosforilasi fotosintetik mendorong asimilasi karbon dioksida, dan meningkatkan efisiensi fotosintesis.
Pada saat yang sama, kalium juga dapat mendorong transportasi dan akumulasi gula dalam tanaman, yang bermanfaat bagi perkembangan dan peningkatan kualitas buah. Misalnya, saat menanam apel, pemberian kalium humat dapat membuat buah apel lebih berisi, dengan warna yang lebih cerah dan rasa yang lebih enak.
Komponen asam humat dalam kalium humat juga dapat merangsang sintesis dan sekresi hormon pertumbuhan tanaman.
Hormon pertumbuhan ini dapat mendorong pertumbuhan dan pemanjangan akar tanaman serta membuat akar lebih berkembang. Akar yang berkembang dapat menyerap air dan nutrisi di dalam tanah dengan lebih baik, kemudian mendorong pertumbuhan bagian atas tanah, seperti meningkatkan tinggi tanaman, ketebalan batang, dan jumlah daun, dan akhirnya meningkatkan hasil panen.
3. Keunggulan sinergi pupuk
Meningkatkan Tingkat Pemanfaatan Pupuk Kalium humat dapat digunakan dalam kombinasi dengan berbagai pupuk untuk berperan secara sinergis. Ia dapat menyerap nitrogen amonium dan mengikatnya di dalam tanah untuk mengurangi kehilangan akibat penguapan amonia. Misalnya, ketika menggunakan pupuk nitrogen seperti urea, penggunaan bersama dengan kalium humat dapat meningkatkan tingkat pemanfaatan pupuk nitrogen. Pada saat yang sama, ia juga dapat membentuk kompleks dengan pupuk fosfor dan melepaskan fosfor yang terikat di dalam tanah untuk meningkatkan efektivitas pupuk fosfor. Ini seperti "pembantu kecil untuk pupuk", membuat pupuk bekerja lebih baik, mengurangi pemborosan pupuk, dan menurunkan biaya produksi pertanian.
Apa saja perbedaan efek perbaikan kalium humat pada berbagai jenis tanah?
[Tanah kental] [Perbaikan struktur]: Tanah yang kental memiliki partikel yang halus, tekstur yang berat, serta permeabilitas udara dan air yang buruk. Kalium humat dapat membuat partikel tanah menggumpal dan membentuk struktur butiran yang baik. Komponen koloid organiknya dapat mengikat partikel tanah. Pada tanah yang kental, ini seperti “jembatan”, menghubungkan partikel-partikel tanah yang kecil, meningkatkan pori-pori tanah, dan meningkatkan permeabilitas udara dan permeabilitas air pada tanah. Misalnya, di lingkungan yang sebagian besar terdiri dari tanah kental seperti sawah, setelah menerapkan kalium humat, pemadatan tanah menjadi lega, yang bermanfaat bagi respirasi aerobik akar padi.
[Aktivasi dan pertukaran unsur hara]: Pada tanah yang kental, kapasitas pertukaran kation relatif tinggi, tetapi ketersediaan unsur hara mungkin rendah.
Kalium humat dapat terserap pada permukaan koloid tanah dan menukar ion nutrisi yang terserap melalui pertukaran ion untuk meningkatkan ketersediaan nutrisi.
Sebagai contoh, dapat menukar ion kalium, ion amonium, dll. yang diadsorpsi oleh koloid tanah untuk penyerapan dan pemanfaatan tanaman, mengurangi fiksasi unsur hara: Perbaikan struktur tanah dan status hara memberikan ruang hidup yang lebih baik bagi mikroorganisme. Mikroorganisme dapat berkembang biak dan beraktivitas lebih baik di lingkungan tanah dengan permeabilitas udara yang baik dan menguraikan bahan organik untuk lebih meningkatkan kesuburan tanah.
Sebagai contoh, pemberian kalium humat dapat meningkatkan jumlah mikroorganisme bermanfaat seperti bakteri pengikat nitrogen dan bakteri pelarut fosfor di dalam tanah. Mikroorganisme ini dapat menyediakan nitrogen dan fosfor yang tersedia bagi tanaman.
[Tanah berpasir] [Peningkatan retensi air dan pupuk]: Tanah berpasir memiliki partikel besar dan pori-pori yang besar, serta kapasitas penyimpanan air dan pupuk yang buruk.
Kalium humat dapat mengisi pori-pori tanah dan meningkatkan kapasitas retensi air tanah. Ia seperti spons, menyerap dan menahan air selama hujan atau irigasi untuk mencegah rembesan ke bawah yang berlebihan dan kehilangan air. Pada saat yang sama, ia juga dapat menyerap dan menahan ion nutrisi seperti nitrogen amonium, nitrogen nitrat, dan ion kalium, mengurangi kehilangan pupuk akibat pelindian. Misalnya, untuk beberapa tanaman penahan angin dan penahan pasir yang ditanam di tepi gurun, setelah pemberian kalium humat, kinerja retensi air dan pupuk tanah meningkat, dan lingkungan pertumbuhan tanaman pun membaik.
[Stabilisasi struktur tanah]: Walaupun tanah berpasir itu sendiri memiliki permeabilitas udara yang baik, namun strukturnya gembur. Kalium humat dapat mengikat partikel pasir dan membuat struktur tanah menjadi lebih stabil. Hal ini membantu mencegah tanah terkikis oleh angin atau aliran air dan menjaga keutuhan tanah. Sebagai contoh, pada beberapa lahan berpasir di tepi sungai atau lahan berpasir di pesisir pantai, kalium humat dapat membantu memperbaiki tanah dan mengurangi erosi tanah.
[Mempromosikan pertumbuhan tanaman]: Struktur tanah yang stabil dan kinerja retensi air dan pupuk yang baik memberikan kondisi yang menguntungkan untuk pertumbuhan tanaman.
Akar tanaman dapat berakar lebih baik di tanah dan menyerap air serta nutrisi. Kalium humat juga dapat merangsang pertumbuhan akar tanaman dan membuat akar lebih berkembang, sehingga semakin meningkatkan kemampuan adaptasi tanaman terhadap lingkungan tanah berpasir.
[Tanah asam] [Penyesuaian pH]: Nilai pH tanah asam relatif rendah, yang menghambat pertumbuhan banyak tanaman. Kalium humat mengandung gugus basa dan dapat menetralkan keasaman tanah serta meningkatkan nilai pH tanah. Misalnya, di daerah tanah merah selatan yang tanahnya sangat asam, aplikasi kalium humat dapat menyesuaikan nilai pH tanah ke kisaran yang lebih sesuai untuk pertumbuhan tanaman dan mengurangi toksisitas elemen berbahaya seperti aluminium dan mangan pada tanaman.
[Peningkatan ketersediaan unsur hara]: Pada tanah yang asam, ketersediaan unsur hara seperti fosfor dan kalium sering kali rendah. Kalium humat dapat melepaskan fosfor tetap dengan cara mengomplekskan dengan unsur-unsur seperti besi dan aluminium di dalam tanah. Pada saat yang sama, ia juga dapat menyediakan unsur kalium dan meningkatkan ketersediaan unsur hara di dalam tanah.
Hal ini membantu tanaman menyerap nutrisi dengan lebih baik dan mendorong pertumbuhan tanaman.
[Pemulihan ekologi tanah]: Menyesuaikan pH dan meningkatkan status unsur hara bermanfaat bagi kelangsungan hidup mikroorganisme dan hewan di dalam tanah.
Aktivitas beberapa mikroorganisme di tanah asam terhambat. Penggunaan kalium humat dapat memulihkan dan meningkatkan aktivitas mikroorganisme tanah serta mendorong keseimbangan ekosistem tanah. Misalnya, hewan tanah seperti cacing tanah akan lebih aktif di tanah asam yang telah diperbaiki, dan aktivitas mereka akan semakin meningkatkan struktur tanah.
[Tanah basa] [Fungsi penyangga]: Nilai pH tanah alkali relatif tinggi. Kalium humat dapat berperan sebagai penyangga dan mencegah pH tanah yang berlebihan sehingga tidak membahayakan tanaman.
Ia dapat bereaksi dengan zat alkali di dalam tanah, mengurangi alkalinitas tanah, dan menjaga nilai pH tanah dalam kisaran yang relatif stabil, menciptakan lingkungan pH yang sesuai untuk pertumbuhan tanaman.
[Pengaturan garam]: Beberapa tanah alkali memiliki kandungan garam yang relatif tinggi. Kalium humat dapat menyerap ion garam di dalam tanah dan mengurangi bahaya garam bagi tanaman.
Sebagai contoh, di lahan salin-alkali, kalium humat dapat mengurangi kandungan garam berbahaya seperti ion natrium dalam tanah, mengurangi kerusakan tanah akibat garam, dan memungkinkan tanaman tumbuh lebih baik.
[Peningkatan kesuburan tanah]: Mirip dengan tanah asam, kalium humat juga dapat memperbaiki struktur tanah, meningkatkan kapasitas penyimpanan pupuk tanah, dan meningkatkan pemanfaatan nutrisi secara efektif di tanah basa. Ini dapat mengaktifkan nutrisi seperti fosfor di dalam tanah dan meningkatkan aktivitas mikroorganisme tanah, sehingga meningkatkan kesuburan tanah.


