Asam Humat Granular, Lignit Granular
- Meningkatkan stabilitas agregat tanah.
- Memperbaiki kondisi pori-pori tanah.
- Meningkatkan kemampuan tanah untuk menahan pupuk.
- Meningkatkan kemampuan tanah untuk menahan air.
- Mendorong pertumbuhan tanaman.
- Meningkatkan ketahanan tanaman terhadap stres.
- Meningkatkan efisiensi penggunaan pupuk.
Apa itu Asam Humat Granular?
Asam humat lignit adalah senyawa organik makromolekuler alami yang banyak terdapat di lignit. Senyawa ini merupakan jenis asam humat yang terbentuk melalui dekomposisi mikroba dan proses geokimia dari sisa-sisa hewan dan tumbuhan, kemudian bergabung dan tertahan di dalam lignit selama proses pembentukannya. Asam humat terutama terdapat dalam keadaan teradsorpsi atau terikat dan terikat erat dengan materi organik batubara. Kandungannya bervariasi karena faktor-faktor seperti asal lignit dan tingkat koalifikasi, umumnya berkisar antara 10% hingga 80%. Struktur molekul asam humat lignit relatif kompleks. Senyawa ini merupakan senyawa makromolekuler yang terbentuk dengan menghubungkan beberapa unit struktural dasar seperti cincin aromatik dan cincin alisiklik melalui rantai karbon atau ikatan kimia. Pada cincin tersebut, terdapat juga berbagai gugus fungsional seperti gugus karboksil, gugus hidroksil, gugus karbonil, gugus kuinon, dan gugus metoksi. Senyawa ini memiliki kemampuan pertukaran ion, adsorpsi, kompleksasi, khelasi, dan lain-lain yang baik. Senyawa ini dapat berinteraksi dengan ion logam untuk membentuk kompleks atau khelat yang stabil. Pada saat yang sama, ia juga memiliki sifat koloid dan aktivitas permukaan tertentu, dan dapat menunjukkan karakteristik seperti koagulasi, peptisasi, dan dispersi dalam larutan. Sebagai aditif pupuk, dikombinasikan dengan unsur hara seperti nitrogen, fosfor, dan kalium untuk membuat pupuk asam humat, ia dapat meningkatkan tingkat pemanfaatan pupuk, mendorong penyerapan nutrisi oleh tanaman, meningkatkan ketahanan tanaman terhadap stres, dan meningkatkan hasil dan kualitas produk pertanian. Ia juga dapat memperbaiki struktur tanah, meningkatkan aerasi tanah, permeabilitas air, dan retensi air, mendorong pertumbuhan dan reproduksi mikroorganisme bermanfaat di dalam tanah, dan memperbaiki lingkungan ekologis tanah.
Analisis Terjamin
Nitrogen Total (N) —————————-0,33%
Fosfor (P2O5) ————————— 0,2%
Kalium (K2O)——————————0,7%
Magnesium (MgO)—————————1%
Boron (B)————————————-91,4 mg/kg
Sulfur (S)————————————–0,45%
Kalsium (CaO)——————————–6,34%
Besi (Fe) ————————————— 1,96%
Seng (Zn)————————————–117 mg/kg
Magnesium (Mn)—————————–273 mg/kg
Tembaga (Cu) ———————————- 34,5 mg/kg
Bahan Organik——————————-21,29%
Karbon (C)———————————–12,35%
Wujud Fisik: Butiran bulat berwarna abu-abu atau hitam berukuran 2-4 mm.
Petunjuk Penggunaan
Pupuk Dasar
Pupuk ini digunakan saat membajak lahan sebelum penanaman tanaman. Untuk tanaman yang ditanam di musim semi seperti jagung dan gandum, pupuk diaplikasikan 1 hingga 2 minggu sebelum penanaman setelah tanah mencair di musim semi. Untuk tanaman yang ditanam di musim gugur seperti gandum musim dingin, pupuk diaplikasikan saat tanah dibajak dalam-dalam setelah panen tanaman musim gugur. Dosisnya bergantung pada kesuburan tanah dan jenis tanaman. Secara umum, dosis aplikasinya sekitar 10 – 50 kilogram per mu. Misalnya, untuk penanaman sayuran di tanah yang cukup subur, dosis aplikasi pupuk granular asam humat dapat dikontrol sekitar 30 kilogram per mu. Jika untuk penanaman pohon buah, dosis dapat ditingkatkan sesuai dengan umur pohon dan ukuran tajuk. Untuk pohon buah dewasa, 1 – 2 kilogram dapat diaplikasikan per pohon.
Cara penggunaan: Sebelum membajak lahan, sebarkan butiran asam humat secara merata di permukaan tanah. Kemudian, campurkan ke dalam tanah dengan cara membajak atau menggunakan mesin pengolah tanah putar. Kedalaman umumnya sekitar 20 – 30 sentimeter. Hal ini dapat mencampurkan butiran asam humat sepenuhnya dengan tanah dan berperan dalam memperbaiki struktur tanah.
Aplikasi pemupukan permukaan
Waktu penggunaan: Selama periode pertumbuhan tanaman, pemupukan susulan dilakukan sesuai dengan tahap pertumbuhan dan kebutuhan nutrisi tanaman.
Sebagai contoh, selama periode pertumbuhan pesat sayuran dan periode berbunga serta berbuah pohon buah-buahan, pemupukan susulan dilakukan ketika gejala kekurangan nutrisi (seperti daun menguning, pertumbuhan lambat, dll.) ditemukan pada tanaman.
Jumlah penggunaan: Jumlah pupuk tabur umumnya lebih sedikit daripada pupuk dasar, dan jumlah penggunaan untuk lahan seluas 666 meter persegi adalah sekitar 5 – 20 kilogram.
Sebagai contoh, untuk pemupukan susulan pada tanaman bunga, jumlah penggunaannya bisa 5 – 10 kilogram per mu setiap kali; untuk tanaman pangan seperti kapas, ketika pemupukan susulan dilakukan pada tahap pembungaan dan pembentukan buah, jumlah penggunaannya bisa 10 – 20 kilogram per 666 meter persegi.
Metode aplikasi:
Aplikasi alur: Buat alur di kedua sisi atau di antara baris tanaman. Kedalaman alur sekitar 10 – 15 sentimeter. Sebarkan partikel asam humat secara merata ke dalam alur lalu tutup dengan tanah. Metode ini cocok untuk tanaman dengan jarak antar baris yang lebih lebar, seperti jagung dan kapas. Cara ini dapat membuat pupuk lebih dekat ke sistem akar dan bermanfaat untuk penyerapan tanaman.
Cara pembuatan lubang: Untuk tanaman dengan individu tanaman yang lebih besar seperti pohon buah-buahan dan bunga, gali lubang di sekitar tanaman. Kedalaman lubang adalah 15 – 20 sentimeter.
Masukkan partikel asam humat ke dalam lubang. Jumlah lubang yang digali per tanaman tergantung pada ukuran tajuk dan distribusi akar. Umumnya, jumlahnya adalah 3–5.
Kemudian tutupi dengan tanah. Ini dapat secara tepat menyediakan nutrisi bagi tanaman dan meningkatkan pemanfaatan pupuk.
Keunggulan Penggunaan Asam Huat
Memperbaiki struktur tanah
Meningkatkan stabilitas agregat tanah:
Asam humat adalah koloid organik. Ia dapat berinteraksi dengan partikel mineral dalam tanah seperti lempung dan lumpur. Melalui jembatan kation, gugus fungsional seperti karboksil (-COOH) dan hidroksil fenolik (-OH) dalam asam humat bergabung dengan kation seperti kalsium, magnesium, dan besi dalam tanah.
mengikat partikel-partikel tanah untuk membentuk struktur agregat yang stabil. Misalnya, di beberapa lahan pertanian yang pemadatan tanahnya disebabkan oleh penggunaan pupuk kimia jangka panjang, setelah penambahan asam humat, jumlah agregat tanah meningkat secara signifikan, dan permeabilitas udara serta air tanah pun meningkat secara signifikan.
Perbaiki kondisi pori-pori tanah:
Asam humat dapat mengatur ukuran dan distribusi pori-pori tanah. Ia dapat mengisi pori-pori kecil di dalam tanah untuk mencegah penyumbatan, dan pada saat yang sama, juga membantu membentuk lebih banyak pori-pori besar. Hal ini bermanfaat untuk pertukaran udara dan penetrasi air di dalam tanah, sehingga menyediakan lingkungan yang baik untuk pertumbuhan akar tanaman. Misalnya, menambahkan asam humat ke dalam media tanam untuk menanam bunga dapat menjaga tanah tetap gembur dan membuat akar bunga lebih berkembang.
Meningkatkan kemampuan tanah untuk menahan pupuk:
Asam humat membawa muatan negatif dalam jumlah besar dan dapat menyerap unsur hara kationik di dalam tanah, seperti ion amonium (NH+), ion kalium (K+), dan lain-lain, untuk membentuk kompleks asam humat-unsur hara. Kompleks ini dapat mengurangi kehilangan unsur hara akibat pelindian, melepaskan unsur hara secara perlahan di dalam tanah, dan memperpanjang masa berlaku pupuk.
Sebagai contoh, dalam budidaya sayuran, penggunaan asam humat dapat secara signifikan mengurangi kehilangan nitrogen akibat pelarutan pupuk dan meningkatkan tingkat pemanfaatan pupuk nitrogen.
Meningkatkan retensi air tanah:
Asam humat memiliki kapasitas penyerapan air yang sangat kuat dan dapat menyerap air beberapa kali lipat dari beratnya sendiri. Dalam kondisi kekeringan, asam humat dapat menyimpan air yang diserap dan melepaskannya secara perlahan ke akar tanaman. Pada saat yang sama, asam humat juga dapat memperbaiki kurva karakteristik air tanah, memungkinkan tanah untuk menahan lebih banyak air pada gaya hisap yang lebih rendah, sehingga meningkatkan ketahanan tanah terhadap kekeringan.
Sebagai contoh, penggunaan asam humat di kebun buah dapat meningkatkan kapasitas pasokan air tanah untuk pohon buah-buahan di musim kemarau.
Mendorong pertumbuhan tanaman
Merangsang perkembangan sistem akar tanaman: Asam humat dapat mendorong pembelahan dan pemanjangan sel-sel akar tanaman. Ia juga dapat mengatur keseimbangan hormon tanaman.
Sebagai contoh, hal ini dapat meningkatkan aktivitas auksin (IAA) dan merangsang pertumbuhan serta diferensiasi akar.
Penelitian menunjukkan bahwa setelah menambahkan asam humat dalam budidaya bibit jagung, panjang, volume, dan jumlah rambut akar jagung meningkat secara signifikan.
yang membantu tanaman menyerap air dan nutrisi dengan lebih baik?
Meningkatkan efisiensi fotosintesis tanaman: Asam humat dapat meningkatkan kandungan klorofil pada daun tanaman dan meningkatkan proses reaksi terang dan reaksi gelap pada fotosintesis.
Asam humat dapat mengatur struktur dan fungsi kloroplas serta meningkatkan transfer elektron fotosintesis dan fiksasi karbon dioksida. Misalnya, dalam budidaya sayuran di rumah kaca, setelah menggunakan asam humat, kandungan klorofil pada daun sayuran meningkat, fotosintesis meningkat, dan hasil panen pun meningkat.
Meningkatkan ketahanan tanaman terhadap stres.
Meningkatkan ketahanan tanaman terhadap kekeringan: Selain secara tidak langsung meningkatkan ketahanan tanaman terhadap kekeringan dengan meningkatkan kapasitas retensi air tanah seperti yang disebutkan sebelumnya, asam humat juga dapat bertindak langsung pada tanaman. Asam humat dapat mengatur proses metabolisme fisiologis tanaman. Di bawah tekanan kekeringan, asam humat mengurangi tingkat pembukaan stomata daun tanaman dan mengurangi transpirasi, sehingga mengurangi kehilangan air.
Pada saat yang sama, asam humat juga dapat mendorong tanaman untuk menghasilkan beberapa protein dan metabolit tahan kekeringan, sehingga meningkatkan toleransi tanaman terhadap kekeringan.
Meningkatkan ketahanan tanaman terhadap dingin: Dalam lingkungan bersuhu rendah, asam humat dapat meningkatkan konsentrasi zat terlarut dalam sel tanaman, menurunkan titik beku tanaman, dan mencegah kerusakan sel yang disebabkan oleh pembekuan air intraseluler. Selain itu, asam humat juga dapat meningkatkan aktivitas enzim antioksidan dalam tanaman dan menghilangkan radikal bebas berlebih yang dihasilkan oleh stres suhu rendah untuk melindungi integritas membran sel tanaman. Misalnya, dalam budidaya gandum musim dingin di wilayah utara, penggunaan asam humat dapat mengurangi tingkat kerusakan akibat embun beku pada gandum di musim dingin.
Meningkatkan ketahanan tanaman terhadap penyakit: Asam humat dapat mendorong tanaman untuk menghasilkan resistensi sistemik yang didapat (SAR) dan mengaktifkan mekanisme pertahanan tanaman sendiri.
Hal ini dapat meningkatkan kekuatan dinding sel tumbuhan dan mempersulit patogen untuk menyerang.
Pada saat yang sama, asam humat juga dapat mendorong sintesis zat-zat tahan penyakit seperti fitoaleksin dan kitinase pada tanaman, berperan sebagai penghambat dan penahan terhadap patogen. Misalnya, dalam budidaya mentimun, asam humat dapat mengurangi kemunculan penyakit seperti penyakit embun tepung pada mentimun.
Meningkatkan efisiensi penggunaan pupuk.
Efek sinergis dengan pupuk kimia: Asam humat dapat membentuk kompleks organik-anorganik dengan pupuk kimia.
Sebagai contoh, bila dikombinasikan dengan urea, asam humat dapat mengurangi laju hidrolisis urea di dalam tanah dan mencegah hilangnya gas amonia akibat penguapan yang dihasilkan oleh dekomposisi urea yang cepat.
Pada saat yang sama, kompleks ini juga dapat meningkatkan distribusi pupuk kimia di dalam tanah, sehingga memudahkan akar tanaman untuk bersentuhan dan menyerap pupuk kimia, yang pada akhirnya meningkatkan tingkat pemanfaatan pupuk kimia dan mengurangi jumlah pupuk kimia yang digunakan.
Aktivasi unsur hara tanah: Asam humat memiliki kemampuan pengkompleksan dan pengkelat yang kuat dan dapat bereaksi dengan unsur hara yang tidak larut seperti fosfor dan kalium dalam tanah dan mengubahnya menjadi bentuk yang dapat diserap oleh tanaman. Misalnya, asam humat dapat membentuk kompleks yang larut dengan pupuk fosfat yang tidak larut seperti kalsium fosfat dalam tanah dan melepaskan ion fosfat untuk diserap tanaman, sehingga meningkatkan efektivitas fosfor dalam tanah.



