Kalsium Sorbitol Kelat

Nitrogen (N): 7%
Kalsium (Ca): 150 g/L
Magnesium (Mg): 20 g/L
Sorbitol: 95-100 g/L
Warna: Transparan Bening
Wujud: Larutan Cair
Metode Aplikasi: Penyemprotan daun atau irigasi tetes
Kemasan: 20L, 200L, 1000L
Negara Asal: Cina

Keterangan

Larutan Cair Sorbitol Kalsium Magnesium untuk Semua Buah

(Peningkat Kualitas Buah Optima)

SORBITOL CA+MG

  1. Mengandung konsentrasi sorbitol, magnesium, dan kalsium yang tinggi.
  2. Larutan cair yang jernih dan transparan.
  3. Meningkatkan kualitas buah secara signifikan, menghasilkan daging buah yang lebih berair dan manis.
  4. Menghasilkan bentuk buah, aroma, rasa, dan warna yang lebih baik.
  5. Meningkatkan kekuatan dinding sel, mengurangi kerusakan selama transportasi.
  6. Mengurangi tekanan akibat kekeringan.
  7. Nutrisi yang bekerja sangat cepat agar dapat diserap oleh tanaman.

Tentang Larutan Cair Sorbitol Kalsium Magnesium

Ini adalah larutan cair yang diformulasikan secara tepat dan mengandung sorbitol, kalsium, dan magnesium. Ketiga nutrisi ini berinteraksi secara sinergis, secara signifikan meningkatkan kualitas buah. Dianjurkan untuk digunakan selama tahap pembengkakan buah untuk mencegah buah retak dan mengurangi kerugian ekonomi.

Sebagai produk fotosintesis dan zat pengangkut

Pada banyak tumbuhan, sorbitol merupakan salah satu produk fotosintesis. Misalnya, pada tumbuhan famili Rosaceae seperti apel dan pir, daun menghasilkan sorbitol melalui fotosintesis dan kemudian mengangkutnya ke bagian lain tumbuhan, seperti bunga, buah, dan akar. Fungsi pengangkutan ini mirip dengan sukrosa pada tumbuhan lain, menyediakan sumber karbon dan energi yang dibutuhkan untuk pertumbuhan dan perkembangan tumbuhan. Pengangkutan sorbitol pada tumbuhan terjadi melalui floem. Sorbitol dapat berdifusi antar sel mengikuti gradien konsentrasi atau diangkut secara aktif melalui protein pengangkut spesifik. Selama proses pengangkutan, sorbitol memasok nutrisi ke sel-sel di sepanjang jalan, mendukung aktivitas metabolisme sel. Mengatur tekanan osmotik Ketika tumbuhan menghadapi tekanan lingkungan, sorbitol memainkan peran penting dalam mengatur tekanan osmotik. Dalam kondisi lingkungan seperti kekeringan atau salinitas tinggi, konsentrasi sorbitol dalam sel tumbuhan akan meningkat. Sebagai contoh, pada tanaman yang tumbuh di tanah salin-alkali, akumulasi sorbitol dalam sel dapat mengurangi potensi air di dalam sel, sehingga memungkinkan tanaman untuk menyerap air dari lingkungan eksternal yang kaya garam dan mempertahankan turgor sel serta fungsi fisiologis normal. Fungsi pengaturan osmotik ini membantu tanaman menjaga keseimbangan air sel, mencegah sel mengerut karena kehilangan air dan dengan demikian menghindari layu tanaman. Ini seperti membangun "wadah kecil" di dalam sel tanaman. Ketika lingkungan eksternal tidak menguntungkan untuk penyerapan air, sorbitol dapat membantu sel menahan air.

Tentang Sorbitol

Berperan dalam metabolisme karbon dan energi, sorbitol dapat berfungsi sebagai produk perantara dalam metabolisme karbon tanaman. Sorbitol dapat diubah menjadi gula atau senyawa organik lainnya oleh enzim intraseluler dan berpartisipasi dalam proses metabolisme energi seperti respirasi tanaman. Misalnya, sorbitol dapat diubah menjadi fruktosa di bawah katalisis enzim tertentu dan kemudian memasuki jalur glikolisis untuk menghasilkan zat energi seperti ATP (adenosin trifosfat) untuk sel tanaman. Pada saat yang sama, proses metabolisme sorbitol juga terkait dengan jalur metabolisme lain pada tanaman, seperti metabolisme nitrogen. Sorbitol dapat mengatur rasio karbon-nitrogen pada tanaman, memengaruhi pertumbuhan dan perkembangan tanaman, seperti mendorong diferensiasi kuncup bunga dan perkembangan buah.

Berfungsi sebagai molekul pemberi sinyal

Semakin banyak penelitian menunjukkan bahwa sorbitol dapat bertindak sebagai molekul pemberi sinyal pada tumbuhan. Ketika tumbuhan dirangsang oleh faktor lingkungan eksternal, seperti perubahan cahaya, suhu, atau invasi patogen, perubahan konsentrasi sorbitol dapat memicu serangkaian jalur transduksi sinyal pada tumbuhan. Jalur transduksi sinyal ini dapat mengatur ekspresi gen tumbuhan, menyebabkan tumbuhan menghasilkan respons fisiologis yang sesuai, seperti meningkatkan ekspresi gen tahan stres, sehingga meningkatkan ketahanan tumbuhan terhadap lingkungan yang merugikan atau mengaktifkan mekanisme pertahanan tumbuhan terhadap patogen.

Tentang Kalsium Cair

Memperkuat dinding sel tumbuhan:

Kalsium merupakan komponen penting dari dinding sel tumbuhan. Kalsium terutama terdapat dalam bentuk kalsium pektat di dinding sel, yang mengikat molekul pektin seperti "lem", sehingga meningkatkan stabilitas dan kekuatan mekanik dinding sel. Misalnya, selama pertumbuhan sayuran (seperti kubis Cina dan kale), kalsium yang cukup dapat menjaga daun tetap tegak dan mengurangi fenomena layu daun dan pembusukan lunak yang disebabkan oleh dinding sel yang lemah.

Mendorong perkembangan akar:

Kalsium sangat penting untuk pertumbuhan dan perkembangan akar tanaman. Kalsium dapat mengatur pembelahan dan pemanjangan sel ujung akar, sehingga mendorong pembentukan morfologi akar. Misalnya, selama tahap bibit pohon buah-buahan (seperti pohon apel dan pohon jeruk), pasokan kalsium yang tepat dapat membuat akar lebih kuat dan meningkatkan area penyerapan akar, sehingga memungkinkan penyerapan air dan nutrisi dari tanah yang lebih baik.

Meningkatkan kualitas buah:

Selama perkembangan buah, kalsium dapat mencegah pelunakan dan pembusukan buah. Untuk buah-buahan yang rentan terhadap penyakit fisiologis, seperti busuk ujung buah pada tomat dan bercak pahit pada apel, suplementasi kalsium dapat secara signifikan mengurangi kejadian penyakit-penyakit tersebut. Hal ini karena kalsium dapat menstabilkan struktur membran sel dan mempertahankan fungsi normal sel, mencegah kebocoran zat di dalam sel buah.

Meningkatkan toleransi tanaman terhadap stres:

Kalsium berperan dalam proses fisiologis toleransi stres pada tumbuhan. Di bawah tekanan lingkungan (seperti kekeringan, suhu tinggi, dan salinitas), kalsium dapat mengatur reaksi fisiologis dan biokimia di dalam sel tumbuhan dan menjaga keseimbangan ion di dalam sel. Misalnya, selama stres kekeringan, kalsium dapat membantu sel tumbuhan mempertahankan tekanan turgor dan mengurangi kehilangan air, sehingga meningkatkan toleransi tumbuhan terhadap kekeringan.

Fungsi magnesium

Berpartisipasi dalam fotosintesis:

Magnesium adalah atom pusat klorofil dan bagian penting dari molekul klorofil. Magnesium dapat mendorong sintesis klorofil dan memastikan kelancaran fotosintesis. Misalnya, selama pertumbuhan tanaman pangan seperti padi dan gandum, pasokan magnesium yang cukup dapat menjaga daun tetap hijau, meningkatkan efisiensi fotosintesis, dan meningkatkan akumulasi bahan organik.

Mengaktifkan aktivitas enzim:

Magnesium merupakan aktivator banyak enzim dan dapat berpartisipasi dalam banyak proses metabolisme fisiologis penting pada tumbuhan. Misalnya, dalam respirasi tumbuhan dan metabolisme karbohidrat, ion magnesium dapat mengaktifkan enzim terkait dan mendorong sintesis serta transportasi gula. Beberapa enzim yang terkait dengan sintesis asam nukleat pada tumbuhan juga membutuhkan ion magnesium untuk aktivasi, yang sangat penting untuk pertumbuhan dan perkembangan tumbuhan.

Meningkatkan sintesis protein:

Magnesium dapat meningkatkan sintesis protein pada tumbuhan. Magnesium berperan dalam menjaga struktur dan fungsi ribosom, karena ribosom merupakan tempat sintesis protein. Selama pertumbuhan tanaman polong-polongan (seperti kedelai dan kacang polong), pasokan magnesium yang cukup membantu meningkatkan kandungan protein biji.

Analisis Terjamin

Nitrogen (N)———————7,3%
Kalsium (Ca)———————150 g/L
Magnesium (Mg)—————-20 g/L
Alkohol Sorbitol—————–95~100g/L

Petunjuk Penggunaan

Dapat diaplikasikan pada berbagai macam buah-buahan, termasuk namun tidak terbatas pada apel, pir, nanas, anggur, dan pisang. Untuk aplikasi penyemprotan daun, semprotkan 3 hingga 4 kali selama tahap awal pembentukan buah, dan selama tahap pembengkakan buah, semprotkan juga 3 hingga 4 kali.
Rasio pengenceran yang disarankan adalah 1:1000 hingga 1:2000.