Larutan Cair Amonia Polifosfat 11-37-0
Nitrogen (N): 11%
P2O5: 37%
pH: 5,9
Kepadatan: 1,421
Warna: Transparan Bening
Bau: tidak berbau
Metode aplikasi: Irigasi atau Penyemprotan Daun
Untuk Tanaman: Semua Tanaman dan Hasil Pertanian
Bahan penyerap: Penyerap instan
Kemasan: 1L, 200L, 1000L
Negara Asal: Cina
Keterangan
Larutan Amonia Polifosfat 11 – 37 – 0
(Pupuk Nitrogen & Fosfor APS)
- Larutan cair yang jernih dan transparan, tanpa endapan.
- Nutrisi nitrogen dan fosfor yang efisien dan berkonsentrasi tinggi.
- Nitrogen berasal dari sumber amonia; fosfat dilepaskan secara perlahan untuk mengurangi pelarutan.
- Ia dapat mengatur tingkat pH dengan menetralkan dan mengurangi pengasaman tanah.
- Meningkatkan stabilitas agregat tanah dengan berinteraksi dengan mineral dan bahan organik di dalam tanah.
- Meningkatkan kemampuan tanaman untuk melawan stres kekeringan dan stres biotik.
- Meningkatkan efisiensi fotosintesis dan sintesis protein untuk mencapai pertumbuhan yang lebih baik.
Apa itu Larutan Amonia Polifosfat 11 37 0
Larutan amonium polifosfat adalah cairan yang mengandung amonium polifosfat (APP). Amonium polifosfat adalah polimer anorganik yang mengandung fosfor dan nitrogen dalam struktur seperti rantai, dengan rumus molekul umum (NH4)n +2PnO3n+1. Dalam keadaan larutan, biasanya tampak sebagai cairan transparan tidak berwarna atau kuning muda dengan tingkat viskositas tertentu. Ini adalah bahan baku yang sangat efisien untuk pupuk, kaya akan unsur fosfor dan nitrogen, yang memungkinkan penggunaannya secara luas baik di bidang pertanian maupun industri.
Analisis Terjamin
Nitrogen (N)——————–11%
Fosfor (P2O5)————-37%
pH——————————-5.9
Kepadatan————————–1.421
Penampilan: Larutan cair yang jernih dan transparan.
Petunjuk Penggunaan
Terdapat beberapa metode aplikasi larutan amonium polifosfat dalam pertanian:
Penyemprotan daun
Metode pengoperasian: Encerkan larutan amonium polifosfat dengan air pada rasio pengenceran tertentu, biasanya sekitar 500 – 1000 kali. Misalnya, tambahkan 1 – 2 mililiter larutan amonium polifosfat untuk setiap liter air. Gunakan alat penyemprot, seperti penyemprot punggung atau penyemprot listrik, untuk menyemprotkan larutan secara merata pada bagian depan dan belakang daun tanaman. Pilih waktu penyemprotan di pagi hari atau sore hari, dan hindari pengoperasian saat matahari terik. Karena sinar matahari yang intens dapat menyebabkan larutan menguap dengan cepat, memengaruhi efek penyerapan dan mungkin membakar daun pada saat yang bersamaan.
Skenario penerapan dan keunggulannya: Penyemprotan daun memungkinkan tanaman untuk dengan cepat menyerap unsur fosfor dan nitrogen dalam larutan amonium polifosfat. Untuk beberapa tanaman pada tahap pertumbuhan pertengahan dan akhir dengan kapasitas penyerapan akar yang melemah, atau ketika lingkungan tanah tidak menguntungkan untuk penyerapan nutrisi akar (seperti tanah yang terlalu kering atau padat), penyemprotan daun adalah cara yang sangat baik untuk menambah nutrisi. Cara ini dapat dengan cepat memperbaiki gejala kekurangan nutrisi pada tanaman, seperti daun menguning dan pertumbuhan lambat, serta mendorong fotosintesis daun, membuat daun lebih hijau dan lebih tebal.
Irigasi akar
Metode pengoperasian: Pupuk ini dapat digunakan melalui irigasi tetes atau irigasi genangan. Untuk irigasi tetes, larutan amonium polifosfat perlu dicampur dengan air irigasi dengan rasio yang sesuai. Biasanya, tambahkan 0,5 – 1 kilogram larutan amonium polifosfat untuk setiap meter kubik air irigasi. Melalui sistem irigasi tetes, larutan campuran tersebut diteteskan secara perlahan ke dalam tanah di sekitar akar tanaman. Dalam kasus irigasi genangan, setelah menambahkan sejumlah larutan amonium polifosfat yang sesuai ke dalam air irigasi, biarkan air mengalir secara alami di lahan agar larutan terdistribusi merata di dalam tanah.
Skenario penerapan dan keunggulannya: Irigasi akar cocok digunakan pada semua tahap pertumbuhan tanaman, terutama pada tahap pertumbuhan awal dan periode kritis kebutuhan pupuk. Metode ini memungkinkan nutrisi dalam larutan amonium polifosfat menembus tanah di sekitar akar tanaman bersama dengan air irigasi dan langsung diserap oleh akar. Dibandingkan dengan metode pemupukan lainnya, metode ini dapat memberikan nutrisi ke akar dengan lebih akurat, mengurangi kehilangan nutrisi, dan meningkatkan pemanfaatan pupuk.
Selain itu, amonium polifosfat dapat secara bertahap terhidrolisis di dalam tanah, terus menerus menyediakan fosfor bagi tanaman untuk memenuhi kebutuhan fosfor jangka panjang pertumbuhan tanaman.



